Headlines News :
Survei: Prabowo Capres Unggulan Pemilu 2014 UNIFIL Bola J-LO
Tampilkan postingan dengan label Politik daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Desember 2012

Jokowi dinilai layak pimpin bangsa



Joko Widodo. (ANTARA)
 "Namun, yang teratas adalah Jokowi."

Jakarta (ANTARA News) - Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), memperoleh penghargaan dalam kategori Anak Bangsa yang Layak Memimpin Bangsa dari Kelompok Media Peluang (KMP) setelah sebelumnya dilakukan pengumpulan pendapat (polling).

"Jokowi juara dalam polling dengan tema Anak Bangsa yang Layak Memimpin Bangsa yang diselenggarakan oleh Tabloid The Politic," kata Pimpinan KMP, Nanik S. Deyang, didampingi Direktur KMP, Budi Purnomo Karjodihardjo, dalam keterangan tertulis pemberian penghargaan tersebut di Jakarta, Minggu.

Menurut Nanik, polling mencari pemimpin bangsa yang dilakukan oleh Tabloid The Politik selama hampir setahun, atau sejak awal tahun 2012.

"Kami berhasil menjaring sejumlah tokoh, seperti Dahlan Iskan, Prabowo Subianto, dan Jusuf Kalla. Namun, yang teratas adalah Jokowi," kata Nanik.

Jokowi mengumpulkan persentase paling tinggi sebesar 34,42 persen, disusul Dahlan Iskan (20%), Prabowo Subianto (14,42%), Jusuf Kalla (9,07%), sisanya senilai 22 persen lebih diperoleh dari sejumlah tokoh lainnya.

"Kami akan terus melanjutkan poling ini, untuk mengetahui harapan masyarakat kepada para tokoh yang sudah dipilih oleh masyarakat maupun belum," ujarnya.

Budayawan Atilla Soerjadjaja menerima penghargaan katagori Bidang Budaya, sebagai Tokoh yang Sangat Peduli Memajukan Kebudayaan Bangsa.

Atilla dinilai sangat sukses mengedepankan sendratari tradisional Matah Ati ke kancah pertunjungan internasional di berbagai negara.

"Ibu Atilla juga banyak mendapatkan penghargaan budaya dari dunia internasional," ujar Nanik.

Selain Atilla, beberapa tokoh yang dinilai sangat peduli untuk memajukan bangsa adalah Arswendo Atmowiloto dan Butet Kertaradjasa. Tokoh lainnya di bidang sosial sebagai tokoh filantrofi yang sangat peduli dan membantu masyarakat miskin adalah Santhi M. Serad, Lia Chandrasari, dan Ani Kusuma Dewi.

Tabloid The Politic, merupakan salah satu media di bawah Kelompok Media Peluang (KMP) selain tabloid Peluang Usaha, Peluang Waralaba, Peluang Wirausaha, Info Kuliner, Kebaya Indonesia, Info Kecantikan dan Femme. Berkaitan dengan ulang tahun yang ke-7, KMP tersebut memberikan banyak penghargaan.

Sebagai contoh, Tabloid Peluang Usaha memberikan penghargaan kepada 10 pengusaha sukses yang paling fenomenal, from zero to hero. Selain itu Tabloid Peluang Wirausaha memberikan penghargaan kepada wirausahawan sukses.

Budi Purnomo Karjodihardjo menjelaskan, kegiatan pengharaan seperti ini akan terus dilanjutkan, karena bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan yang terbaik bagi bangsa.
(Tz.U002)

Soekarwo, Sirmadji, Gus Ipul hadiri pelantikan ISNU



Mendikbud Mohammad Nuh (2 kanan) tampak berbicara dengan Gubernur Jatim Soekarwo dengan didampingi Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Moesa (2 kiri) dan Ketua Umum PW ISNU Jatim Abdullah Azwar Anas (kiri) saat menghadiri pelantikan dan musyawarah kerja ISNU Jatim di Surabaya, Minggu (16/12). (FOTO ANTARA/Edy M Ya'kub)

Surabaya (ANTARA News) - Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo, Ketua DPD PDIP Jatim H Sirmadji, Wagub Jatim H Saifullah Yusuf, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah, dan tokoh lainnya menghadiri pelantikan dan musyawarah kerja PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim di Surabaya, Minggu.

Dalam acara yang juga dihadiri Mendikbud Mohammad Nuh itu, Soekarwo, Sirmadji, dan Gus Ipul terlihat duduk dalam satu meja bersama Ketua Umum PP ISNU Dr Ali Masykur Moesa dan Ketua Umum PW ISNU Jatim H Abdullah Azwar Anas.

Namun, Mendikbud pulang lebih dulu, karena ada kunjungan kerja ke Mataram, lalu selang beberapa lama kemudian datang Gus Ipul yang datang dari acara sunatan anak dari rekan dekatnya H Halim Iskandar.

Di hadapan acara yang juga dihadiri pengurus ISNU se-Jatim itu, Mendikbud Mohammad Nuh yang juga Wakil Ketua Dewan Ahli PP ISNU itu meminta ISNU untuk tidak terjebak politik aliran, karena fungsi dari intelektual (sarjana) adalah pencerah, penggerak, dan pemungkin.

"Pencerah itu ibarat cahaya dan cahaya paling cerah adalah putih. Putih itu kumpulan dari warna-warni. ISNU sebagai pencerah harus menaikkan bendera `rahmatan lil alamin` yang sifatnya kasih sayang, pengayom, penghormatan harkat, dan sebagainya," katanya.

Peringatan Mendikbud itu dipatuhi Gubernur Soekarwo yang banyak bercerita tentang sukses perekonomian di Jatim pada tahun 2012 dan proyeksi pada tahun 2013.

"Ekspor kita memang turun, tapi perdagangan kita naik. Yang menarik, naiknya sektor perdagangan itu disumbang 81 persen oleh investasi dalam negeri dan hanya 19 persen kontribusi asing," kata Soekarwo.

Oleh karena itu, ia mengajak kader-kader ISNU untuk mewarnai dunia perdagangan di Jatim, sebab naiknya sektor perdagangan yang mayoritas UMKM itu akibat iklim perekonomian yang minim pungutan liar. "Itu sangat ditentukan spiritualitas dan ISNU sangat berperan untuk itu," katanya.

Sambutan Ali Masykur Moesa justru "nyerempet" politik. "NU juga merupakan ormas yang terdepan dalam menerima Pancasila sebagai satu-satunya azas untuk mempertahankan keutuhan NKRI," katanya.

Bahkan, katanya, jasa-jasa NU yang sudah teruji itu selayaknya memosisikan kader NU untuk memimpin Indonesia (Pilpres), memimpin Jatim (Pilgub). "Komitmen NU terhadap NKRI sudah terbukti, karena itu saatnya NU memimpin Indonesia, saatnya NU memimpin Jatim," katanya.

Dalam pelantikan itu juga dianugerahkan "Santri Award 2012" yang diserahkan kepada tiga dari 42 santri yang dianggap sukses yakni Aa` Abdullah Al Kudus (santri sukses dalam bidang lingkungan).

Selain itu, Suyadi (santri sukses dalam enterpreneurship/Presdir PT Perkasa, perusahaan perkapalan), dan Koperasi PP Sidogiri (kategori sukses dalam pemberdayaan pesantren).  (E011/I007)

LSI: 48,81 persen pemilih ikut mencoblos dalam Pilkada Bekasi



 "Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi Pilgub DKI Jakarta yang saat itu memperoleh tingkat partisipasi publik hingga 67 persen."

Bekasi (ANTARA News) - Lingkar Survei Indonesia menilai tingkat partisipasi masyarakat Kota Bekasi, Jawa Barat dalam memberikan suara pada Pilkada setempat minim.

"Penyebabnya saya rasa bukan karena sosialisasi penyelenggara Pilkada yang minim, tapi lebih pada faktor ketokohan kandidat yang kurang menonjol," kata Direktur Eksekutif Citra Publik Indonesia-Lingkar Survei Indonesia Grup, Hanggoro DP, di Bekasi, Minggu.

Hasil hitungan cepat LSI menyebutkan dari jumlah pemilih yang terdaftar sebanyak 1,6 juta jiwa lebih, hanya 48,81 persen di antaranya yang melakukan pencoblosan.

"Survei ini dilakukan dengan margin of error kurang lebih 1 persen. Data ini dikumpulkan dari 116.000 pemilih yang tersebar di 250 Tempat Pemungutan Suara (TPS)," ujarnya.

Menurut dia, tidak adanya figur kandidat yang menonjol membuat masyarakat kurang simpatik dan lebih memilih untuk golput.

"Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi Pilgub DKI Jakarta yang saat itu memperoleh tingkat partisipasi publik hingga 67 persen," katanya.

Menurut dia, masyarakat Kota Bekasi cenderung aktif mengakses informasi dari berbagai media khususnya internet mengingat Bekasi dekat dengan Ibukota.

"Masyarakat Bekasi cenderung `melek` informasi. Jadi, kecil kemungkinan minimnya peserta akibat sosialisasi yang kurang," ujarnya.

Dikatakan Hanggoro, kelima pasang calon masing-masing Shalih Mangara Sitompul-Anwar Anshori Mahdum (Salam), Sumiyati Mochtar Mohamad-Anim Imamuddin (SM2 Anim), Dadang Mulyadi-Lucky Hakim (Dalu), Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu (Pas), dan Awing Asmawi-Andi Zabidi (Azib) kurang diminati warga.

"Promosi program mereka selama kampanye kurang mengena di masyarakat," ujarnya.

Alex Noerdin maju calon gubernur Sumsel lagi



Alex Noerdin (FOTO ANTARA)
 Saya tahu persis, hasil surveinya bagus makanya saya berani maju."

Palembang (ANTARA News) - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin akan maju kembali pada pemilihan kepala daerah gubernur provinsi setempat yang akan diselenggarakan pada Juni 2013.

Untuk maju pada pilkada Sumsel itu Alex Noerdin mengembalikan berkas pendaftarannya sebagai bakal calon gubernur ke tim pilkada Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar provinsi setempat di Palembang, Minggu malam.

Menurut Alex, ia berani maju pada pilkada gubernur Sumsel mendatang, karena hasil surveinya baik.

"Saya tahu persis, hasil surveinya bagus makanya saya berani maju," katanya seusai mengembalikan berkas pendaftarannya sebagai bakal calon gubernur ke DPD Partai Gollkar Sumsel menjelang penutupan pengembalian formulir pendaftaran.

Ia mengatakan, selain di Partai Golkar dirinya beberapa waktu lalu juga mengambil formulir pendaftaran bakal calon gubernur Sumsel di Partai Amanat Nasional, karena pada pilkada tahun 2008 dirinya juga didukung partai berlambang matahari terbit tersebut.

Selain itu, ia juga mengambil dan mengembalikan formulir di Partai Persatuan Pembangunan, PKB dan partai lain yang membuka peluang, kata Alex yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sumsel tersebut.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak para kandidat untuk berpolitik yang santun.

"Marilah kita tunjukan pertarungan yang bersih dan sehat," kata pejabat nomor satu di lingkungan pemerintah provinsi Sumsel itu.

Sementara mengenai pasangannya apakah akan berpasangan dengan bakal calon wakil gubernur dari PAN, Hafidz Tohir ia menuturkan, salah satu kemungkinannya termasuk Sekretaris DPD Partai Golkar Sumsel Jamratul.

Sementara Sekretaris DPD Partai Golkar Sumsel Jamratul mengatakan, hingga penutupan pengembalian formulir pada 16 Desember ini sebanyak empat bakal calon gubernur Sumsel yang mengembalikan formulir yakni Ridwan Mukti, Herman Deru, Ridwan Effendi dan Alex Noerdin.

Sedangkan untuk bakal calon wakil gubernur Sumsel hanya satu orang dan juga sudah mengembalikan formulir pendaftaran ke Golkar yakni Hafidz Tohir, ujarnya.

Mudah-mudahan rekomendasi DPP secepatnya memutuskan bakal calon gubernur/wakil gubernur Sumsel dari Partai Golkar periode mendatang, katanya. 

Copyright © POLITIK

Designed By: Sobrie